DPD LDII Kabupaten Bandung Hadiri Upacara 3 Momentum, Bupati Tegaskan 3 Pilar Pembangunan Daerah

DPD LDII Kabupaten Bandung Hadiri Upacara Upakarti, Bupati Tegaskan 3 Pilar Pembangunan Daerah

Kabupaten Bandung — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung menghadiri upacara pengibaran bendera di Lapangan Upakarti, Senin (4/5/2026).

Kehadiran tersebut dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten Bandung pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Otonomi Daerah ke-30, dan Hari Buruh Internasional tingkat kabupaten.

Perwakilan DPD LDII Kabupaten Bandung yang hadir yakni H. Setyanto, S.Sos dan Ketua Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM), Agung Mufti Hasan.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa pendidikan, otonomi daerah, dan kesejahteraan pekerja merupakan tiga pilar utama pembangunan di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. 

Ia menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan tata kelola pemerintahan yang efektif serta dukungan terhadap kesejahteraan tenaga kerja.

Dalam bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bandung terus menunjukkan capaian positif. Rata-rata lama sekolah tercatat meningkat menjadi 9,4 tahun, sementara harapan lama sekolah naik menjadi 12,99 tahun pada 2025. 

Selain itu, pembangunan sarana pendidikan juga terus digenjot, dengan 24 dari 27 unit sekolah baru telah terealisasi.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menekankan penguatan karakter melalui pendidikan berbasis nilai, seperti Pancasila, budaya lokal Sunda, dan pendidikan keagamaan.

Program beasiswa seperti Beasiswa Ti Bupati (BESTI) dan Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D) turut dilanjutkan guna mencetak generasi unggul.

Memasuki momentum Hari Otonomi Daerah, Bupati menekankan pentingnya pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

Ia menyebut otonomi daerah sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Capaian kinerja pemerintah daerah juga menunjukkan tren positif. Kabupaten Bandung berhasil meraih peringkat ketiga nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025, meningkat signifikan dari posisi sebelumnya.

Sementara itu, dalam konteks peringatan Hari Buruh Internasional, Bupati mengajak seluruh pihak untuk membangun hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha. 

Ia menegaskan bahwa keduanya harus dipandang sebagai mitra dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung berada di angka 6,68 persen. 

Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja.


Menanggapi hal tersebut, H. Setyanto, S.Sos menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh arah kebijakan pembangunan yang disampaikan Bupati. 

Ia menilai ketiga pilar tersebut merupakan fondasi strategis dalam menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera.

Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia unggul. Hal ini harus didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik serta terbukanya lapangan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kesiapan LDII untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai program kemasyarakatan, khususnya dalam penguatan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama. Dengan semangat kebersamaan, kami optimis Kabupaten Bandung dapat terus berkembang menuju daerah yang maju, harmonis, dan berkelanjutan,” tutupnya.***

Posting Komentar