110 Peserta Siap Menjadi Generasi Mandiri dan Berdaya Saing, PC LDII Rancaekek Ikuti Akademi Entrepreneur Jabar

110 Siap Menjadi Generasi Mandiri dan Berdaya Saing, PC LDII Rancaekek Ikuti Akademi Entrepreneur Jabar

ldiikabbdg.web.idPimpinan Cabang (PC) LDII Rancaekek berpartisipasi aktif dalam Akademi Entrepreneur yang diselenggarakan DPW LDII Jawa Barat di Graha Aulia Jatinangor, Minggu (3/5/2026), sebagai langkah strategis membangun kemandirian ekonomi generasi muda.

Kegiatan bertajuk “Start Your Engine, Start Now for a Better Tomorrow” tersebut diikuti perwakilan PC LDII Rancaekek, Ahmad Fauzan dan Saefulloh, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di bidang kewirausahaan.

Sebanyak 110 peserta mengikuti program ini, yang difokuskan bagi individu yang belum memiliki usaha namun memiliki kesungguhan untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan ekonomi melalui pembinaan kewirausahaan berkelanjutan.

Program mencakup pembekalan teori, praktik langsung, serta pendampingan strategis agar peserta mampu mengembangkan usaha secara realistis dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

Dalam pembukaan kegiatan, Tulus menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.

Menurutnya, evaluasi batch sebelumnya menunjukkan perlunya seleksi lebih fokus pada peserta yang benar-benar siap berkembang, sehingga batch kedua diarahkan lebih strategis dengan pengelompokan kelas sesuai bidang usaha seperti TikTok Business, Shopee Seller, dan Shopee Affiliate.

Ketua DPW LDII Jawa Barat, drg. H. Dicky Harun, Sp.Ort., dalam arahannya menegaskan pentingnya membangun pola pikir entrepreneur yang selaras antara keberhasilan ekonomi dan nilai-nilai religius.

Ia menekankan bahwa seorang wirausahawan harus mampu membaca peluang, berani mengambil risiko, serta siap menghadapi dinamika bisnis modern.

“Entrepreneurship harus dibangun dengan mindset kuat, strategi matang, dan tetap selaras dengan nilai keagamaan agar mampu memberikan manfaat luas,” tegasnya.

Sementara itu, materi utama yang disampaikan Sunarli Abdul Muiz bertajuk “Mubaligh Harus Kaya” menyoroti pentingnya kekuatan ekonomi sebagai bagian dari kontribusi dakwah dan pembangunan umat.

Menurutnya, kekayaan yang dikelola secara benar dapat menjadi sarana strategis dalam mendukung dakwah, sosial, serta kemajuan organisasi.

Peserta juga memperoleh pembekalan teknis dari para praktisi bisnis digital, mulai dari strategi pemasaran TikTok, optimalisasi Shopee Seller, hingga peluang penghasilan melalui Shopee Affiliate.

Materi tersebut dirancang untuk membekali peserta menghadapi ekosistem bisnis digital yang terus berkembang, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis teknologi.

Melalui keikutsertaan dalam Akademi Entrepreneur ini, PC LDII Rancaekek berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh menjadi usaha nyata dan berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan melahirkan entrepreneur muda LDII yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memiliki kontribusi sosial, dakwah, dan pembangunan organisasi.

Dengan penguatan sektor ekonomi berbasis karakter, kemandirian, dan profesionalisme, LDII terus menegaskan perannya dalam membangun generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.***

Kontributor: Ahmad Fauzan (KIM LINES PC LDII RANCAEKEK)

Posting Komentar