Kegiatan keputrian LDII Jatiluhur mendorong remaja putri untuk memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Program pembinaan ini difokuskan pada edukasi pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi, sebagai langkah strategis membangun generasi muda yang kreatif, mandiri, dan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mempraktikkan langsung pembuatan stik singkong dan kue putu berbahan dasar pangan lokal yang mudah diperoleh di masyarakat.
Pada sesi pembuatan stik singkong, peserta mengolah singkong menjadi camilan renyah dengan tambahan tepung tapioka, bawang putih, garam, dan air melalui proses pengukusan, penghalusan, pembentukan adonan, hingga penggorengan.
Sementara pada praktik pembuatan kue putu, peserta memanfaatkan tepung beras, gula merah, dan kelapa parut sebagai produk tradisional yang memiliki nilai jual serta potensi usaha rumahan.
Melalui kegiatan ini, remaja putri tidak hanya memperoleh keterampilan dasar dalam pengolahan pangan, tetapi juga diperkenalkan pada peluang ekonomi dari pemanfaatan sumber daya lokal.
Produk berbasis singkong dan kue tradisional dinilai memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan karena bahan baku mudah diakses, biaya produksi relatif rendah, dan memiliki pasar yang luas.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif sepanjang kegiatan, yang sekaligus memperkuat kebersamaan, kreativitas, dan wawasan ekonomi generasi muda.
Program ini menjadi bagian dari upaya LDII dalam membangun ketahanan keluarga dan pemberdayaan generasi melalui pendekatan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan pembinaan berbasis pangan lokal dan kewirausahaan, LDII Jatiluhur berharap dapat melahirkan generasi remaja putri yang tidak hanya terampil dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha mandiri berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa ketahanan pangan dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari level keluarga hingga komunitas.***

Posting Komentar