“Alhamdulillah, kehadiran kami menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat silaturahmi dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar perwakilan PPKK LDII Kabupaten Bandung, Rieneka Pahala, S.Pd., usai menerima penghargaan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergitas dan dukungan PPKK LDII dalam kegiatan lintas organisasi perempuan Islam di Kabupaten Bandung.
Rieneka menjelaskan, PPKK LDII mengikutsertakan 24 peserta yang berasal dari sejumlah wilayah, yakni PC Soreang, Katapang, Cangkuang, Ciwidey, serta PAC Banyusari.
Kegiatan yang mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Mempererat Ukhuwah, Menebar Kebaikan dalam Mewujudkan Kabupaten Bandung Lebih Bedas” ini diinisiasi MUI Kabupaten Bandung melalui Majelis Taklim Wanita Rahmatul Ummah. Acara tersebut dihadiri ratusan peserta dari 13 majelis taklim lintas ormas Islam.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung, Hj. Emma Detty Dadang Supriatna, yang dikenal sebagai Bunda Bedas, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyoroti maraknya praktik rentenir atau “bank emok” yang dinilai memberatkan masyarakat, khususnya kaum ibu. Menurutnya, pinjaman dengan bunga tinggi berpotensi memicu konflik dalam rumah tangga.
Sebagai alternatif, ia memperkenalkan program pinjaman bergulir tanpa bunga melalui BPR Kerta Raharja milik Pemerintah Kabupaten Bandung.
“Pinjam Rp2 juta, kembalikan Rp2 juta tanpa bunga dan tanpa jaminan,” ujarnya.
Selain itu, isu penyalahgunaan narkotika juga menjadi perhatian. Perwakilan Pemkab Bandung, M. Usman, menyampaikan bahwa hingga April 2026 tercatat 30 kasus narkotika di wilayah tersebut.
Ia menyebut pemerintah daerah tengah menyiapkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanggulangan Narkotika sebagai langkah awal menuju pembentukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK).
“Kami berharap majelis taklim dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, terhadap bahaya narkotika,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan MUI Kabupaten Bandung, Hj. Aisyah Hudaya, mengatakan kegiatan ini diikuti 13 majelis taklim perempuan dari berbagai ormas Islam, di antaranya Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, Persistri, PUI, LDII, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bandung.
Ia menegaskan pentingnya mengedepankan persamaan di antara ormas Islam, serta tidak memperbesar perbedaan yang bersifat cabang (furuiyah).
Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung, KH. Yayan Hasuna Hudaya, menilai kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi sarana efektif dalam memperkuat persatuan ormas wanita Islam.
“Saya merasa bangga, pengajian yang eksis justru digerakkan oleh perempuan,” ujarnya.
Ketua Majelis Taklim Rahmatul Ummah, Hj. Diah Siti Sa’diah, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap Kamis pekan keempat setiap bulan, dengan pembahasan yang tidak hanya mencakup aspek keagamaan, tetapi juga persoalan sosial kemasyarakatan seperti stunting dan ekonomi keluarga.
Penghargaan yang diterima PPKK LDII Kabupaten Bandung mencerminkan peran aktif organisasi dalam memperkuat sinergi lintas ormas wanita Islam.
“Saya merasa bangga, pengajian yang eksis justru digerakkan oleh perempuan,” ujarnya.
Ketua Majelis Taklim Rahmatul Ummah, Hj. Diah Siti Sa’diah, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap Kamis pekan keempat setiap bulan, dengan pembahasan yang tidak hanya mencakup aspek keagamaan, tetapi juga persoalan sosial kemasyarakatan seperti stunting dan ekonomi keluarga.
Penghargaan yang diterima PPKK LDII Kabupaten Bandung mencerminkan peran aktif organisasi dalam memperkuat sinergi lintas ormas wanita Islam.
Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut dalam menjawab berbagai tantangan sosial di masyarakat.***
.jpeg)

.jpeg)
Posting Komentar