Baca Juga

Artikel Pilihan

Baca Juga:

PPKK

Berita Terbaru

Kemenko PMK Apresiasi Dukungan LDII Perkuat One Health dan Planetary Health


Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) mengapresiasi dukungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam penguatan program One Health dan Planetary Health sebagai langkah menghadapi tantangan kesehatan masa kini dan masa depan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Kemenko PMK menerima kunjungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII di Jakarta, Senin (4/5/2026). Pertemuan itu membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LISDAL) DPP LDII, Dicky Budiman, diterima Sekretaris Kementerian Koordinator PMK Imam Machdi dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK Sukadiono.

Imam Machdi mengapresiasi kontribusi tokoh dan warga LDII dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan masyarakat dan pembangunan sosial berbasis komunitas.

Menurutnya, LDII memiliki potensi menjadi contoh penguatan program kesehatan berbasis masyarakat hingga tingkat akar rumput melalui Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC).

“LDII dapat menjadi role model dalam implementasi program yang mendukung keterhubungan antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Dicky Budiman menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi multisektor dalam menghadapi ancaman kesehatan global di masa mendatang.

Ia menjelaskan, implementasi One Health dan Planetary Health menjadi strategi integratif untuk mengantisipasi munculnya penyakit baru, wabah baru, hingga berbagai persoalan kesehatan yang dipengaruhi kondisi lingkungan.

“Pendekatan ini menjadi langkah antisipatif terhadap lahirnya penyakit maupun masalah kesehatan di masa depan,” ujar Dicky.

Dicky yang juga epidemiolog Griffith University Australia menjelaskan, One Health merupakan pendekatan yang mengharmonisasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara menyeluruh, termasuk tanah, air, udara, tumbuhan, serta ekosistem lainnya.

Menurutnya, penerapan One Health dan Planetary Health bertujuan menciptakan keseimbangan antara kesehatan manusia dan kelestarian alam secara berkelanjutan.

“One Health kini telah menjadi gerakan global. Diharapkan setiap individu menerapkan perilaku sehat sekaligus menjaga lingkungan melalui tindakan yang tidak merusak alam,” katanya.

Ia mencontohkan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, mengonsumsi makanan dari sumber yang sehat dan halal, serta membiasakan mencuci tangan.

“Tindakan kecil tersebut berpotensi menjadi langkah pencegahan terhadap munculnya wabah maupun persoalan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Selain bertemu jajaran Kemenko PMK, Dicky Budiman juga berdiskusi langsung dengan Menteri Koordinator PMK Pratikno. Dalam diskusi itu, keduanya menegaskan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat di tingkat grassroots sebagai fondasi pembangunan manusia berkelanjutan di Indonesia.

“Harapannya, ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi yang lebih konkret dalam mendorong transformasi kesehatan masyarakat Indonesia melalui pendekatan One Health dan Planetary Health,” tutupnya.

Uploaded Image Uploaded Image Uploaded Image Uploaded Image

DPD LDII Kabupaten Bandung Hadiri Upacara 3 Momentum, Bupati Tegaskan 3 Pilar Pembangunan Daerah

DPD LDII Kabupaten Bandung Hadiri Upacara Upakarti, Bupati Tegaskan 3 Pilar Pembangunan Daerah

Kabupaten Bandung — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung menghadiri upacara pengibaran bendera di Lapangan Upakarti, Senin (4/5/2026).

Kehadiran tersebut dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten Bandung pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Otonomi Daerah ke-30, dan Hari Buruh Internasional tingkat kabupaten.

Perwakilan DPD LDII Kabupaten Bandung yang hadir yakni H. Setyanto, S.Sos dan Ketua Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM), Agung Mufti Hasan.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa pendidikan, otonomi daerah, dan kesejahteraan pekerja merupakan tiga pilar utama pembangunan di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. 

Ia menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan tata kelola pemerintahan yang efektif serta dukungan terhadap kesejahteraan tenaga kerja.

Dalam bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bandung terus menunjukkan capaian positif. Rata-rata lama sekolah tercatat meningkat menjadi 9,4 tahun, sementara harapan lama sekolah naik menjadi 12,99 tahun pada 2025. 

Selain itu, pembangunan sarana pendidikan juga terus digenjot, dengan 24 dari 27 unit sekolah baru telah terealisasi.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menekankan penguatan karakter melalui pendidikan berbasis nilai, seperti Pancasila, budaya lokal Sunda, dan pendidikan keagamaan.

Program beasiswa seperti Beasiswa Ti Bupati (BESTI) dan Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D) turut dilanjutkan guna mencetak generasi unggul.

Memasuki momentum Hari Otonomi Daerah, Bupati menekankan pentingnya pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

Ia menyebut otonomi daerah sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Capaian kinerja pemerintah daerah juga menunjukkan tren positif. Kabupaten Bandung berhasil meraih peringkat ketiga nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025, meningkat signifikan dari posisi sebelumnya.

Sementara itu, dalam konteks peringatan Hari Buruh Internasional, Bupati mengajak seluruh pihak untuk membangun hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha. 

Ia menegaskan bahwa keduanya harus dipandang sebagai mitra dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung berada di angka 6,68 persen. 

Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja.


Menanggapi hal tersebut, H. Setyanto, S.Sos menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh arah kebijakan pembangunan yang disampaikan Bupati. 

Ia menilai ketiga pilar tersebut merupakan fondasi strategis dalam menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera.

Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia unggul. Hal ini harus didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik serta terbukanya lapangan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kesiapan LDII untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai program kemasyarakatan, khususnya dalam penguatan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama. Dengan semangat kebersamaan, kami optimis Kabupaten Bandung dapat terus berkembang menuju daerah yang maju, harmonis, dan berkelanjutan,” tutupnya.***

Keputrian LDII Jatiluhur Olah Pangan Lokal Jadi Peluang Usaha, Cetak Remaja Putri Mandiri

Keputrian LDII Jatiluhur Olah Pangan Lokal Jadi Peluang Usaha, Cetak Remaja Putri Mandiri

LDIIKABBDG.WEB.IDKegiatan keputrian LDII Jatiluhur mendorong remaja putri untuk memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan sejak dini.


Program pembinaan ini difokuskan pada edukasi pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi, sebagai langkah strategis membangun generasi muda yang kreatif, mandiri, dan produktif.


Dalam kegiatan tersebut, para peserta mempraktikkan langsung pembuatan stik singkong dan kue putu berbahan dasar pangan lokal yang mudah diperoleh di masyarakat.

Pada sesi pembuatan stik singkong, peserta mengolah singkong menjadi camilan renyah dengan tambahan tepung tapioka, bawang putih, garam, dan air melalui proses pengukusan, penghalusan, pembentukan adonan, hingga penggorengan.


Sementara pada praktik pembuatan kue putu, peserta memanfaatkan tepung beras, gula merah, dan kelapa parut sebagai produk tradisional yang memiliki nilai jual serta potensi usaha rumahan.

Melalui kegiatan ini, remaja putri tidak hanya memperoleh keterampilan dasar dalam pengolahan pangan, tetapi juga diperkenalkan pada peluang ekonomi dari pemanfaatan sumber daya lokal.


Produk berbasis singkong dan kue tradisional dinilai memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan karena bahan baku mudah diakses, biaya produksi relatif rendah, dan memiliki pasar yang luas.


Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif sepanjang kegiatan, yang sekaligus memperkuat kebersamaan, kreativitas, dan wawasan ekonomi generasi muda.

Program ini menjadi bagian dari upaya LDII dalam membangun ketahanan keluarga dan pemberdayaan generasi melalui pendekatan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Dengan pembinaan berbasis pangan lokal dan kewirausahaan, LDII Jatiluhur berharap dapat melahirkan generasi remaja putri yang tidak hanya terampil dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha mandiri berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa ketahanan pangan dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari level keluarga hingga komunitas.***

110 Peserta Siap Menjadi Generasi Mandiri dan Berdaya Saing, PC LDII Rancaekek Ikuti Akademi Entrepreneur Jabar

110 Siap Menjadi Generasi Mandiri dan Berdaya Saing, PC LDII Rancaekek Ikuti Akademi Entrepreneur Jabar

ldiikabbdg.web.idPimpinan Cabang (PC) LDII Rancaekek berpartisipasi aktif dalam Akademi Entrepreneur yang diselenggarakan DPW LDII Jawa Barat di Graha Aulia Jatinangor, Minggu (3/5/2026), sebagai langkah strategis membangun kemandirian ekonomi generasi muda.

Kegiatan bertajuk “Start Your Engine, Start Now for a Better Tomorrow” tersebut diikuti perwakilan PC LDII Rancaekek, Ahmad Fauzan dan Saefulloh, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di bidang kewirausahaan.

Sebanyak 110 peserta mengikuti program ini, yang difokuskan bagi individu yang belum memiliki usaha namun memiliki kesungguhan untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan ekonomi melalui pembinaan kewirausahaan berkelanjutan.

Program mencakup pembekalan teori, praktik langsung, serta pendampingan strategis agar peserta mampu mengembangkan usaha secara realistis dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

Dalam pembukaan kegiatan, Tulus menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.

Menurutnya, evaluasi batch sebelumnya menunjukkan perlunya seleksi lebih fokus pada peserta yang benar-benar siap berkembang, sehingga batch kedua diarahkan lebih strategis dengan pengelompokan kelas sesuai bidang usaha seperti TikTok Business, Shopee Seller, dan Shopee Affiliate.

Ketua DPW LDII Jawa Barat, drg. H. Dicky Harun, Sp.Ort., dalam arahannya menegaskan pentingnya membangun pola pikir entrepreneur yang selaras antara keberhasilan ekonomi dan nilai-nilai religius.

Ia menekankan bahwa seorang wirausahawan harus mampu membaca peluang, berani mengambil risiko, serta siap menghadapi dinamika bisnis modern.

“Entrepreneurship harus dibangun dengan mindset kuat, strategi matang, dan tetap selaras dengan nilai keagamaan agar mampu memberikan manfaat luas,” tegasnya.

Sementara itu, materi utama yang disampaikan Sunarli Abdul Muiz bertajuk “Mubaligh Harus Kaya” menyoroti pentingnya kekuatan ekonomi sebagai bagian dari kontribusi dakwah dan pembangunan umat.

Menurutnya, kekayaan yang dikelola secara benar dapat menjadi sarana strategis dalam mendukung dakwah, sosial, serta kemajuan organisasi.

Peserta juga memperoleh pembekalan teknis dari para praktisi bisnis digital, mulai dari strategi pemasaran TikTok, optimalisasi Shopee Seller, hingga peluang penghasilan melalui Shopee Affiliate.

Materi tersebut dirancang untuk membekali peserta menghadapi ekosistem bisnis digital yang terus berkembang, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis teknologi.

Melalui keikutsertaan dalam Akademi Entrepreneur ini, PC LDII Rancaekek berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh menjadi usaha nyata dan berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan melahirkan entrepreneur muda LDII yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memiliki kontribusi sosial, dakwah, dan pembangunan organisasi.

Dengan penguatan sektor ekonomi berbasis karakter, kemandirian, dan profesionalisme, LDII terus menegaskan perannya dalam membangun generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.***

Kontributor: Ahmad Fauzan (KIM LINES PC LDII RANCAEKEK)

3 Generus LDII Kabupaten Bandung Juara Liga Jabar Istimewa U-12, Melaju ke Seri Jawa Barat

3 Generus LDII Kabupaten Bandung Juara Liga Jabar Istimewa U-12, Melaju ke Seri Jawa Barat

LDIIKABDG.WEB.ID — Tiga generasi muda (generus) LDII Kabupaten Bandung menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Liga Jabar Istimewa (LJI) Seri Kabupaten Bandung kelompok usia 12 tahun setelah membawa tim Charet’s Kabupaten Bandung meraih gelar juara di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu-Minggu (2–3/5/2026).

Laporan tersebut disampaikan Finda Kurnia, yang akrab disapa Kang Rama, usai kompetisi usia dini bergengsi persembahan PSSI Jawa Barat tersebut berlangsung sukses.

Pada partai final, Charet’s Kabupaten Bandung tampil dominan dengan kemenangan telak 5-0 atas Mars Margaasih, sekaligus memastikan gelar juara seri Kabupaten Bandung.

Tiga generus LDII Kabupaten Bandung yang menjadi bagian dari skuad juara tersebut yakni Kayyis, Ashof, dan Musa.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting, karena ketiganya dipastikan melaju ke Seri Jawa Barat Liga Jabar Istimewa yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Liga Jabar Istimewa sendiri bukan sekadar kompetisi sepak bola usia dini, melainkan program strategis PSSI Jawa Barat dalam membangun pembinaan sepak bola berjenjang sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui olahraga.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Jawa Barat sekaligus penggagas LJI, Muhammad Jaelani Saputra, sebelumnya menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk membentuk kedisiplinan, pola pikir, serta karakter anak-anak Jawa Barat agar berkembang menjadi generasi istimewa melalui sepak bola.

“Dengan penyelenggaraan yang profesional di seluruh kota dan kabupaten, diharapkan mampu membentuk karakter anak-anak, baik dari sisi kedisiplinan maupun pola pikir,” ujarnya.

Gebyar LJI kini telah menggairahkan pembinaan sepak bola usia dini di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung, dengan sistem kompetisi berjenjang menuju level provinsi hingga nasional.

Bagi LDII Kabupaten Bandung, keberhasilan tiga generus ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya berfokus pada pendidikan karakter dan keagamaan, tetapi juga pengembangan bakat, sportivitas, dan daya saing di bidang olahraga.

Prestasi Kayyis, Ashof, dan Musa diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, baik di tingkat daerah maupun provinsi, sekaligus memperkuat kontribusi positif LDII dalam mencetak generasi profesional religius yang unggul di berbagai sektor.

Dengan lolosnya ketiga pemain muda tersebut ke seri Jawa Barat, Kabupaten Bandung kini memiliki peluang lebih besar untuk menorehkan prestasi di tingkat regional sekaligus memperkuat pamor pembinaan sepak bola usia dini di Jawa Barat.

Sebagai bentuk rasa syukur atas capaian tersebut, Belina Cahyasari, ibu dari Muhammad Ashof Al Ubaidah dan Musa Ramadhan Al Abdal, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan putra-putranya bersama SSB Charet’s Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, saya sebagai ibu sangat bersyukur dan bangga atas prestasi anak saya di SSB Charet’s Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder, khususnya para pelatih, yang telah sabar membimbing serta mendidik para pemain muda dengan penuh dedikasi.

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama para pelatih yang telah membina anak-anak kami. Semoga ini menjadi awal langkah menuju prestasi yang lebih baik ke depan,” tuturnya.

Dukungan keluarga dan pembinaan yang konsisten dinilai menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi muda berprestasi, sekaligus memperkuat optimisme bahwa talenta-talenta sepak bola usia dini Kabupaten Bandung mampu terus berkembang hingga level yang lebih tinggi.

Para Dai atau Mubaligh LDII Jabar Digembleng Jadi Pengusaha, Akademi Entrepreneur Batch 2 Diikuti Ratusan Peserta

Para Dai atau Mubaligh LDII Jabar Digembleng Jadi Pengusaha, Akademi Entrepreneur Batch 2 Diikuti Ratusan Peserta

SUMEDANGDewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Barat kembali menggelar Akademi Entrepreneur Batch 2 untuk mencetak pengusaha baru dari kalangan juru dakwah atau mubaligh.

Kegiatan yang berlangsung di Graha Aulia, Jatinangor, Sumedang, Minggu (3/5/2026), itu diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam membangun kemandirian ekonomi. 

Menurutnya, kekayaan yang dimiliki seseorang seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat perjuangan agama dan membantu sesama.

“Jadilah orang kaya yang saleh dan dermawan. Kekayaan bukan untuk kesombongan, tetapi untuk memberi manfaat dan membantu perjuangan,” ujar Dicky di hadapan peserta.

Ia juga membagikan pengalamannya saat memutuskan meninggalkan profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi menekuni dunia usaha. 

Menurutnya, seorang pengusaha harus memiliki keberanian mengambil risiko serta tidak takut menghadapi kegagalan.

“Dalam bisnis, gagal itu bagian dari proses belajar. Karena itu, para mubaligh juga perlu menyiapkan kemandirian finansial dan masa depan melalui usaha maupun investasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Manusia (EPM) DPW LDII Jawa Barat, Tulus Pribadi, menyebut antusiasme peserta pada Batch 2 meningkat dibanding pelaksanaan sebelumnya.

Menurutnya, peserta datang dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam. Sebagian sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkan bisnisnya, sementara lainnya baru mulai belajar membangun usaha mandiri.

“Pada angkatan pertama Januari lalu ada 119 peserta. Sekarang antusiasmenya semakin tinggi. Bahkan ada peserta yang datang sejak pagi untuk mengikuti pembekalan bisnis ini,” jelas Tulus.

Melalui akademi tersebut, peserta mendapatkan pendampingan teknis serta bimbingan dari mentor berpengalaman di bidang kewirausahaan. 

Program ini menjadi bagian dari komitmen LDII Jawa Barat dalam membangun generasi mubaligh yang mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing ekonomi.

Kegiatan Akademi Entrepreneur Batch 2 secara resmi dibuka oleh Dicky Harun serta dihadiri jajaran Dewan Penasehat dan pengurus pleno DPW LDII Jawa Barat.

Para Dai atau Mubaligh LDII Jabar Digembleng Jadi Pengusaha, Akademi Entrepreneur Batch 2 Diikuti Ratusan Peserta

Dengan mengusung semangat “Kaya, Wibawa, Mulia, Masuk Surga”, LDII Jawa Barat berharap program tersebut mampu melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang dapat memperkuat kemandirian ekonomi umat sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat.***

LDII Siap Isi Hari Besar Nasional Mei 2026 dengan Dakwah, Pendidikan, dan Penguatan Karakter Bangsa

LDIIKABBDG.WEB.ID — Memasuki Mei 2026, berbagai hari besar nasional dan internasional menjadi momentum strategis bagi seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam, untuk memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.

Beragam peringatan seperti Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Buku Nasional, Idul Adha, hingga Hari Keluarga Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan peluang mempertegas peran sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Bagi LDII, momentum ini dinilai penting untuk memperkuat dakwah yang adaptif, pendidikan karakter, pembangunan generasi profesional religius, serta kontribusi sosial kebangsaan.

Sebagai organisasi Islam yang menitikberatkan pada pembinaan sumber daya manusia, LDII memiliki ruang strategis untuk mengisi hari besar nasional melalui berbagai program edukatif, moderat, dan solutif. 

LDII menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan momentum hari besar nasional sepanjang Mei 2026 melalui penguatan pendidikan karakter, dakwah kebangsaan, literasi umat, ketahanan keluarga, dan kontribusi sosial sebagai bagian dari pembangunan bangsa yang berkelanjutan. 

Momentum Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei dapat diisi LDII dengan program penguatan pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, apresiasi guru, serta pengembangan literasi digital berbasis nilai keislaman.

Pada Hari Buku Nasional, LDII berpeluang memperluas budaya literasi melalui gerakan membaca, wakaf buku, bedah buku, serta pelatihan jurnalistik dakwah.

Sementara Hari Kebangkitan Nasional menjadi ruang strategis memperkuat wawasan kebangsaan melalui forum diskusi, moderasi beragama, seminar kebangsaan, serta penguatan nilai persatuan nasional.

Memasuki Idul Adha 1447 H, LDII dapat menegaskan kontribusi sosial melalui program tebar kurban, pemerataan distribusi pangan, penguatan solidaritas sosial, serta dakwah pengorbanan dan ketakwaan.

Adapun Hari Keluarga Nasional relevan diisi dengan pembinaan keluarga sakinah, parenting Islami, pendidikan remaja, serta penguatan ketahanan moral generasi muda.

Selain itu, momentum internasional seperti Hari Kebebasan Pers Sedunia, Hari Buruh, dan Hari Kesehatan Perempuan juga dapat direspons melalui literasi media, penguatan etos kerja Islami, serta edukasi sosial berbasis kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, LDII tidak hanya hadir sebagai organisasi dakwah, tetapi juga sebagai mitra strategis bangsa dalam pendidikan, pembangunan karakter, dan penguatan masyarakat. 

Melalui optimalisasi berbagai momentum nasional, LDII berpeluang semakin mempertegas eksistensinya sebagai organisasi Islam modern yang adaptif terhadap kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Kontribusi dalam pendidikan, literasi, sosial, keluarga, dan moderasi beragama menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, berkarakter, dan berdaya saing.

Dengan strategi tersebut, LDII dapat terus memperluas peran sebagai penggerak dakwah yang bukan hanya berorientasi spiritual, tetapi juga aktif membangun peradaban bangsa melalui karya nyata yang dirasakan masyarakat luas.

Inilah daftar Hari Besar Lengkap untuk bulan Mei 2026:

1 Mei: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat, Hari Buruh Sedunia, Hari Buruh Internasional

2 Mei: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

3 Mei: Hari Kebebasan Pers Sedunia

5 Mei: Hari Lembaga Sosial Desa, Hari Bidan Internasional

8 Mei: Hari Palang Merah Internasional

10 Mei: Hari Lupus Sedunia

12 Mei: Hari Perawat Internasional

14 Mei: Kenaikan Yesus Kristus

15 Mei: Malam Renungan AIDS Nusantara, Hari Keluarga Internasional, Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus

17 Mei: Hari Buku Nasional, Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Internasional

18 Mei: Hari Museum Internasional

20 Mei: Hari Kebangkitan Nasional

21 Mei: Hari Peringatan Reformasi, Hari Teh Internasional

22 Mei: Hari Keanekaragaman Hayati

24 Mei: Hari Peduli Skizofrenia Dunia

25 Mei: Hari Tiroid Dunia

27 Mei: Hari Raya Idul Adha 1447 H

28 Mei: Hari Kesehatan Perempuan Internasional, Cuti Bersama Idul Adha 1447 Hijriah

29 Mei: Hari Lanjut Usia Nasional, Hari Keluarga Nasional

31 Mei: Hari Raya Waisak 2570 BE, Hari Tanpa Tembakau Sedunia.***