Baleendah — Ketua MUI Kabupaten Bandung Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, MA, CHRA menegaskan bahwa komitmen ilmiah dan ukhuwah Islamiyah harus berjalan seiring dalam kehidupan umat Islam, terutama di tengah beragam perbedaan furu’iyah yang kerap memicu perselisihan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan dan Keagamaan Road to Musda VIII 2026 yang digelar DPD LDII Kabupaten Bandung di GSG Qurrota A’yun Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2026).
FGD yang dimoderatori Sekretaris DPD LDII Kabupaten Bandung Mochamad Dinar itu turut menghadirkan narasumber dari DPW LDII Jawa Barat, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Prof. Dindin menekankan bahwa pengembangan ilmu keislaman tidak boleh terhambat oleh perbedaan, sementara ukhuwah juga tidak boleh mengorbankan semangat akademik.
“Komitmen ilmiah harus berbanding lurus dengan komitmen ukhuwah. Jangan sampai ilmu berhenti karena ukhuwah, dan jangan pula ukhuwah menghentikan perkembangan ilmu,” tegasnya.
Menurutnya, banyak konflik umat Islam saat ini muncul pada persoalan furu’iyah atau perbedaan cabang ibadah, seperti mazhab dan hasil ijtihad ulama, yang seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan.
“Fikih itu dinamis, ulama berijtihad sepanjang masa, ilmu harus terus berkembang, tetapi ukhuwah harus tetap dijalin,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh umat Islam untuk terus memperluas keilmuan dari berbagai sumber tanpa meninggalkan prinsip persatuan dan saling menghormati.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, menegaskan forum ini memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan dan penguatan organisasi ke depan.
Menurutnya, kehadiran para Ketua PC se-Kabupaten Bandung, sebagian Ketua PAC, Dewan Penasehat (Wanhat), serta jajaran pengurus DPD menunjukkan keseriusan LDII Kabupaten Bandung dalam membangun konsolidasi organisasi yang kokoh menjelang Musda VIII.
“FGD ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi bagian penting dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan serta menegaskan kontribusi LDII dalam kehidupan berbangsa dan beragama,” ujarnya.
FGD Kebangsaan dan Keagamaan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Road to Musda VIII LDII Kabupaten Bandung 2026 yang dirancang untuk memperkuat soliditas internal organisasi, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta mempertegas peran LDII sebagai ormas Islam yang aktif membangun moderasi, persatuan, dan kontribusi sosial di Kabupaten Bandung.
Melalui forum ini, LDII Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara keilmuan, ukhuwah, dan konsolidasi organisasi sebagai fondasi menuju Musda VIII 2026 yang lebih progresif dan berdaya guna.***

Posting Komentar