Perkuat Harmoni, Tiga Pilar Jadi Kunci Bangun Pemahaman Lintas Ormas


Kabupaten Bandung — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Bandung menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk road to Musyawarah Daerah (Musda) VIII tahun 2026 di GSG Qurrota A'yun, Baleendah, Sabtu, 25 April 2026. 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pengurus Cabang (PC) dan sebagian Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bandung, sebagai bekal pengetahuan untuk memperkuat kapasitas para pengurus dalam menghadapi dinamika organisasi dan membangun harmonisasi di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pemateri Drs. Eri Ridwan Latif, M.Ag. yang menyoroti pentingnya mengatasi mispersepsi dan miskomunikasi antarkelompok, khususnya dalam konteks keagamaan.

Dalam pemaparannya, Eri Ridwan Latif menegaskan bahwa perbedaan yang kerap memicu kesalahpahaman sejatinya dapat dijembatani melalui komunikasi yang intens dan terbuka. 

Minimnya interaksi langsung dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya prasangka dan penilaian yang tidak utuh terhadap kelompok lain.

"Selama ini mungkin jarang bertemu, sehingga muncul persepsi yang belum tentu benar. Namun ketika bertemu langsung, ternyata banyak kesamaan nilai yang bisa ditemukan," ujarnya.

Ia menekankan bahwa membangun pemahaman tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui proses interaksi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fondasi harmonisasi.

Pilar pertama adalah penerimaan, yakni mengakui hak orang lain untuk berbeda serta menghilangkan kebencian. 

Menurutnya, sikap ini menjadi dasar penting sebelum melangkah ke tahap berikutnya. "Jika masih ada prasangka negatif, akan sulit membangun kebersamaan," katanya.

Pilar kedua adalah penghargaan, yaitu menghormati nilai kebaikan yang dimiliki pihak lain. Ia menilai setiap individu pada dasarnya membutuhkan pengakuan dan penghargaan, sehingga sikap saling menghormati menjadi kunci dalam interaksi sosial.

Sementara pilar ketiga adalah kerja sama, yakni membangun kolaborasi nyata lintas kelompok dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun kemasyarakatan. 

Melalui kerja sama, perbedaan tidak lagi menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk mencapai tujuan bersama.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya toleransi, penghormatan, dan persatuan. 

Dengan demikian, harmonisasi dalam kemajemukan bukan sekadar wacana, melainkan upaya nyata yang perlu terus dibangun bersama.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan FGD tersebut.

"Seluruh pemateri dapat hadir. Hal ini mengindikasikan bahwa acara berjalan sukses. Alhamdulillah," ujarnya.

Didin berharap materi yang disampaikan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mampu membuka pola pikir lama, bahwa perbedaan bukanlah hambatan dalam membangun harmonisasi.
 
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang keyakinan dan kepercayaan, dapat berjalan bersama demi mewujudkan perdamaian.

"Ini menjadi spirit bagi kita semua, bahwa kebersamaan dalam keberagaman adalah kekuatan untuk membangun masyarakat yang rukun," katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian road to Musda VIII LDII Kabupaten Bandung yang direncanakan digelar pada pertengahan Mei 2026 di Gedung Toha, Kompleks Pemkab Bandung, atas izin Bupati Bandung, Dadang Supriatna. 

Drs. Eri Ridwan Latif, M.Ag., pegang mic

Dengan adanya rangkaian kegiatan ini, diharapkan para pengurus semakin siap, baik dari sisi wawasan maupun sinergi, dalam menyukseskan Musda serta memperkuat kontribusi organisasi di tengah masyarakat.***

Posting Komentar