PURWAKARTA – Generasi Penerus (Generus) LDII Purwakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Festival Generus Cikampek 2026 yang diselenggarakan di Majelis Taklim Nasrullah, Sabtu (5/7/2026).
Tiga peserta dari Purwakarta berhasil menyabet juara utama di kategori dai cilik (Pildacil).
Nafisa Aulia Izzatunissa tampil sebagai Juara 1 Pildacil kategori Pra Remaja.
Penampilannya dinilai unggul dalam penguasaan materi, teknik penyampaian dakwah, intonasi, serta kepercayaan diri di hadapan dewan juri.
Prestasi gemilang juga diraih Ghia Wafina Yanfa yang sukses menyabet Juara 1 kategori Caberawit (setara Sekolah Dasar).
Sementara itu, Hasan Langoday melengkapi torehan medali dengan meraih Juara 2 pada kategori yang sama.
Wadah Pembinaan Karakter
Festival Generus Cikampek 2026 menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus pengembangan potensi generasi muda melalui berbagai perlombaan bernuansa keislaman.
Kegiatan ini diikuti peserta dari sejumlah Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di wilayah Cikampek, berlangsung dengan penuh sportivitas dan ukhuwah Islamiyah.
Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J. Harpendi, menyampaikan apresiasi atas capaian para peserta. Menurutnya, prestasi ini merupakan buah dari kesungguhan belajar, dukungan orang tua, serta pembinaan konsisten dari para guru dan pembina Generus.
"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan Generus di lingkungan LDII terus melahirkan muballigh dan muballighah muda yang mampu berdakwah, berakhlakul karimah, serta percaya diri menyampaikan syiar Islam," ujar J. Harpendi, Sabtu (5/7/2026).
Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mengamalkan nilai-nilai luhur bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits.
Inspirasi Generus Muda
Keberhasilan Nafisa, Ghia, dan Hasan diharapkan menjadi inspirasi bagi Generus lainnya untuk terus berprestasi serta mewujudkan generasi yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri — sesuai visi pembinaan generasi muda LDII.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembinaan berkesinambungan mampu melahirkan generasi muda unggul, berkarakter luhur, serta siap menjadi penerus dakwah yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.***

