![]() |
| OJK, BEI, dan LDII Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah di Lingkungan Pesantren |
Ketua DPP LDII, Ivan Hartawan, menilai kegiatan tersebut penting untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai pasar modal syariah.
Menurutnya, selama ini masyarakat lebih banyak mengenal literasi keuangan dari sisi perbankan, padahal instrumen keuangan syariah juga mencakup pasar modal.
“Produk keuangan syariah tidak hanya perbankan, tetapi juga mencakup pasar modal. Karena itu, generasi muda perlu memahami investasi sejak dini agar memiliki kemampuan perencanaan keuangan yang baik,” ujarnya.
Ivan menambahkan, edukasi dan literasi keuangan syariah perlu terus diperluas, baik melalui kegiatan tatap muka maupun platform digital.
Dengan semakin banyaknya program edukasi, ia berharap tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap investasi syariah dapat terus meningkat.
“Literasi keuangan syariah terus meningkat, tetapi tingkat inklusi atau praktiknya masih perlu didorong. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan masyarakat semakin memahami dan mulai mempraktikkan investasi syariah,” lanjutnya.
Bagian dari Program EPICS OJK
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pengawasan Perilaku, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) dan Layanan Manajemen Strategis (LMST) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, Nuning Isnainijati.
Ia menjelaskan bahwa peresmian Galeri Investasi Syariah dan seminar pasar modal merupakan bagian dari program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPICS) yang telah dibentuk di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin pada Desember 2025.
“Pembentukan EPICS telah dilakukan di Pesantren Minhajurrosyidin pada Desember tahun lalu. Hari ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperkuat ekosistem inklusi keuangan syariah,” jelasnya.
Menurut Nuning, Galeri Investasi Syariah yang diresmikan tersebut menjadi galeri investasi syariah pertama yang hadir di lingkungan pondok pesantren di wilayah DKI Jakarta.
Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, termasuk peresmian Reversible Vending Machine (RVM) untuk pengelolaan sampah nonorganik yang sebelumnya menjadi yang pertama di lingkungan pesantren di Indonesia.
“Ini merupakan prestasi luar biasa bagi Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar,” katanya.
BEI dan Sekuritas Siapkan Pendampingan Investor Muda
Acara tersebut juga dihadiri Regional Head 3 Market Development Bursa Efek Indonesia (BEI), Kemas M. Rumaiyar. Ia berharap keberadaan Galeri Investasi Syariah tidak hanya menjadi simbol peresmian, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap Galeri Investasi Syariah di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin tidak berhenti hanya pada peresmian hari ini, tetapi juga berlanjut melalui edukasi yang berkesinambungan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Capital Market PT Phintraco Sekuritas, Andre Mahardika, mengatakan pihaknya akan membentuk kelompok studi pasar modal sebagai wadah pembelajaran dan pendampingan bagi calon investor muda.
“Kelompok studi pasar modal ini nantinya akan membantu memberikan teori sekaligus pendampingan praktik bagi calon investor muda di galeri investasi,” kata Andre.
![]() |
| Direktur Capital Market PT Phintraco Sekuritas, Andre Mahardika |
Bekali Santri dengan Wawasan Ekonomi Syariah
Pimpinan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, KH Chairul Baihaqi, menyampaikan bahwa peresmian galeri investasi tersebut menjadi amanah besar bagi pesantren dalam memperluas wawasan santri mengenai ekonomi dan investasi syariah.
Menurutnya, pesantren perlu memberikan perspektif yang lebih luas kepada santri, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam memahami perkembangan ekonomi syariah yang terus berkembang.
“Kami ingin memberikan wawasan yang lebih luas, tidak hanya soal agama, tetapi juga pengetahuan tentang investasi syariah dan kepemilikan saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap para alumni pesantren nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional, baik melalui OJK, Bursa Efek Indonesia, perusahaan sekuritas, maupun berbagai sektor ekonomi syariah lainnya.
“Kami berusaha memberikan pengetahuan mengenai investasi syariah dan kepemilikan saham syariah dari emiten yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat menjadi bekal bagi para santri di masa depan,” pungkasnya.
Dorong Santri Menjadi Generasi Melek Investasi
Kehadiran Galeri Investasi Syariah di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin diharapkan menjadi sarana edukasi yang berkelanjutan bagi santri, mahasiswa, dan masyarakat sekitar dalam memahami pengelolaan keuangan serta investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
Melalui kolaborasi antara OJK, Bursa Efek Indonesia, perusahaan sekuritas, dan lembaga pendidikan, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki kecakapan finansial dan wawasan ekonomi syariah untuk menghadapi tantangan masa depan.***


