500 Pasangan Ikuti Seminar Rumah Tangga LDII Surabaya, Bahas Komunikasi hingga Keuangan Keluarga

500-pasangan-ikuti-seminar-rumah-tangga-ldii-surabaya
Sehidup Se-Surga: Merajut Cinta, Menjaga Komitmen, Meraih Surga Bersama


ldiikabbdg.web.id — Sebanyak 500 pasangan suami istri mengikuti seminar rumah tangga bertajuk "Sehidup Se-Surga: Merajut Cinta, Menjaga Komitmen, Meraih Surga Bersama" yang diselenggarakan DPD LDII Surabaya di Gedung Serbaguna Sabilurrosyiddin, Surabaya, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan keluarga, khususnya bagi pasangan muda dengan usia pernikahan di bawah lima tahun. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi keluarga, pengelolaan konflik, hingga manajemen keuangan rumah tangga.

Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Jawa Timur, Sovia Sahid, menjelaskan bahwa banyak konflik rumah tangga berawal dari perbedaan harapan yang tidak dikelola dengan baik sejak awal pernikahan.

"Konflik rumah tangga tidak selalu dipicu perbedaan karakter, tetapi juga karena pasangan belum siap mengelola ekspektasi masing-masing," ujarnya.

Sebagai psikolog, Sovia menilai pasangan suami istri perlu membangun ekspektasi yang realistis. Menurutnya, pernikahan merupakan proses belajar dan bertumbuh bersama sehingga tidak perlu dibebani harapan yang berlebihan terhadap pasangan.

Ia mencontohkan, perbedaan harapan mengenai peran domestik maupun kebutuhan emosional kerap menjadi pemicu ketegangan dalam rumah tangga muda. Jika tidak diimbangi komunikasi yang sehat, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Karena itu, Sovia menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi secara terbuka, mendengarkan pasangan secara aktif, serta memberikan ruang untuk menyampaikan perasaan dan kebutuhan emosional.

"Kebutuhan untuk didengarkan dan dipahami sering kali lebih berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga dibandingkan sekadar mencari siapa yang benar," katanya.

Menurutnya, pernikahan bukanlah tentang mencari pasangan yang sempurna, melainkan perjalanan dua individu yang terus belajar memahami, menerima, dan melengkapi satu sama lain.

Sementara itu, Dewan Penasihat DPD LDII Surabaya, H. Mubin, menegaskan bahwa komunikasi merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan keluarga.

Ia mengatakan banyak persoalan rumah tangga dapat dicegah sejak dini apabila pasangan memiliki kemauan untuk saling terbuka dan memahami satu sama lain.

Mubin berharap seminar tersebut dapat menjadi bekal bagi pasangan muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya kasus perceraian pada usia pernikahan dini.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai keluarga perlu diimbangi dengan pendekatan edukasi yang praktis dan relevan terhadap kondisi ekonomi maupun psikologis pasangan muda di kawasan perkotaan.

Selain materi komunikasi keluarga, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga. Materi tersebut menekankan pentingnya perencanaan keuangan, pengendalian pengeluaran, serta peningkatan kesadaran finansial guna menjaga stabilitas keluarga.***
LihatTutupKomentar