Bazar Rakyat dan Bakti Sosial LDII Banguntapan: Wujud Nyata Pengabdian 8 Program untuk Bangsa

Bazar Rakyat dan Bakti Sosial LDII Banguntapan
Bazar Rakyat dan Bakti Sosial LDII Banguntapan

PC LDII Kapanewon Banguntapan menggelar Bazar Rakyat dan Bakti Sosial di halaman Mushola Nur Khasanah, Jambidan Lor, Bantul, pada Minggu (5/7/2026). 

Acara ini menjadi wujud nyata implementasi delapan program pengabdian LDII untuk bangsa, menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat mulai dari ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan.

Dukungan Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai kolaborasi antara bazar dan bakti sosial memberikan dampak multidimensi bagi warga.
"Masyarakat tidak sekadar berbelanja, tetapi juga mendapatkan layanan kesehatan gratis dan mempererat tali silaturahim. Ini jelas memperkuat sektor ekonomi, pendidikan, dan kohesi sosial," ungkap I Nyoman.
Pemerintah kapanewon berkomitmen penuh mendukung pengembangan UMKM agar kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat Bantul semakin optimal.
Senada, Ketua DPD LDII Kabupaten Bantul, Nanang Dwi Antoro, menegaskan bahwa acara ini adalah manifestasi dari komitmen organisasi untuk hadir memberikan manfaat dan menjaga kerukunan warga.
"LDII ingin memastikan keberadaannya membawa keberkahan, mempererat silaturahim lintas elemen, bukan hanya untuk internal warga, tetapi juga masyarakat luas," tuturnya.
Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM Lokal
Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah bazar rakyat yang memamerkan berbagai produk UMKM lokal. Stan-stan ini terbuka untuk umum, mendorong perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.
Selain berbelanja produk lokal, warga juga mendapatkan kemudahan melalui pembagian paket sembako gratis. 
Panitia juga menyediakan pakaian layak pakai dengan harga sangat terjangkau, maksimal Rp15.000, serta pakaian gratis untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Lurah Jambidan, Zubaidi, mengapresiasi gelaran ini karena terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. "Banyak UMKM yang kembali bergeliat. Kami berharap kolaborasi semacam ini terus berlanjut untuk mendampingi warga," ucapnya.
Layanan Kesehatan dan Gaya Hidup Sehat
Aspek kesehatan menjadi fokus lain yang tak kalah penting. Bekerja sama dengan Puskesmas Banguntapan I, panitia menyediakan layanan cek kesehatan gratis.
dr. Hesti dari Puskesmas Banguntapan I mencatat tingginya antusiasme warga. "Banyak anak muda usia 20-an yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengecek kondisi kesehatan mereka," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa deteksi dini melalui pemeriksaan gratis sangat efektif mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. 
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan jalan sehat dan lomba pingpong untuk memancing warga gemar berolahraga.
Pendidikan, Dakwah, dan Lingkungan
Di sektor pendidikan, LDII menghadirkan seminar kerja bagi pemuda yang diisi oleh narasumber dari Balai Latihan Kerja (BLK) DIY. Joko Sihono dari BLK DIY berharap langkah peduli ini dapat ditiru oleh organisasi masyarakat lainnya.
Sementara itu, nilai-nilai keagamaan ditanamkan melalui Festival Anak Sholeh, yang bertujuan membangun karakter generasi muda sejak dini.
Komitmen terhadap kelestarian lingkungan juga terlihat dari keputusan panitia menggunakan pincuk daun pisang sebagai wadah makan bubur krecek. 
Langkah sederhana ini menjadi edukasi praktis bagi warga untuk mengurangi sampah plastik.
Sinergi Lintas Elemen
Melalui sinergi lintas elemen—mulai dari pemerintah kapanewon, kalurahan, TNI, Polri, ormas, hingga warga—PC LDII Banguntapan membuktikan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis.
Pengabdian kepada bangsa tidak hanya berhenti pada tataran konsep, melainkan diwujudkan melalui aksi kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong.***
LihatTutupKomentar