![]() |
| LDII Banten Gelar Pelatihan Jurnalistik, Siapkan Generasi Muda Hadapi Era Algoritma |
ldiikabbdg.web.id — DPW LDII Provinsi Banten menggelar Pelatihan Jurnalistik selama tiga hari pada 29–31 Mei 2026 di Serang, Banten.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Banten, termasuk perwakilan pondok pesantren, boarding school, hingga pondok pesantren mahasiswa di bawah naungan LDII.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi sekaligus menghasilkan konten yang informatif dan bertanggung jawab.
Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi mengatakan, pelatihan jurnalistik merupakan langkah organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menyampaikan informasi secara faktual sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat.
“Yang bisa kita lakukan adalah terus membina warga agar menjadi warga negara yang baik, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali generasi muda untuk menyampaikan hal-hal positif tersebut kepada publik,” katanya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari teknik menulis berita, penyusunan naskah televisi dan YouTube, pembuatan konten digital, desain flyer, hingga literasi digital dan etika bermedia sosial.
![]() |
| Rulli Kuswahyudi |
Menurut Rulli, kemampuan bermedia digital secara bijak menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi saat ini.
“Di dunia digital, manfaat dan mudarat bercampur. Karena itu peserta diajarkan bagaimana memilah informasi yang baik, sekaligus menghasilkan konten yang bermanfaat dan mencerahkan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu memperkuat kapasitas media dan komunikasi di lingkungan LDII Banten. Menurutnya, setiap daerah perlu memiliki kader media yang aktif mengelola website maupun media sosial organisasi.
“Sekarang era profiling. Ketika masyarakat ingin mengetahui LDII, mereka akan mencarinya melalui internet. Karena itu, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam dakwah melalui media, semakin luas pula informasi positif yang dapat diterima masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Banten Dimo Tono Sumito mengatakan, pelatihan jurnalistik menjadi bagian dari kaderisasi untuk menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital.
“Saat ini adalah era digitalisasi dan era algoritma. Generasi Z harus tampil dan mengambil peran. Kami berharap peserta pelatihan ini menjadi agen yang mampu menyampaikan berbagai kegiatan positif LDII kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dimo, banyak kegiatan organisasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang perlu diketahui publik sehingga keberadaan kader media menjadi semakin penting.
“Kami berharap setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta dapat menjadi kader yang mengembangkan jurnalistik di lingkungannya serta mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak,” katanya.
Menutup kegiatan tersebut, Dimo berpesan agar seluruh peserta terus mengembangkan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan.
“Apa yang didapat hari ini merupakan modal awal. Terus belajar dan berlatih agar mampu memberitakan berbagai kegiatan organisasi mulai tingkat PAC, PC, DPD hingga DPP sehingga manfaat program-program LDII dapat diketahui lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.***


Posting Komentar