Enam Padukuhan di Kulon Progo Raih Penghargaan Lingkungan DIY 2026, Kampung Proklim Kembang Jadi Sorotan

Perwakilan Kampung Proklim Kembang menerima penghargaan Kampung Tangguh Iklim pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat DIY 2026 di Yogyakarta.
Kampung Proklim Kembang Raih Penghargaan Kampung Tangguh Iklim DIY 2026


ldiikabbdg.web.id — Semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Kulon Progo. 


Hal itu tercermin dari keberhasilan enam padukuhan meraih penghargaan lingkungan pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026 yang digelar di Bangsal Kepatihan Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).


Penghargaan berupa Program Kampung Iklim (ProKlim) dan Kampung Tangguh Iklim tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X


Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat hingga tingkat padukuhan.


Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan Wakil Gubernur DIY, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi Triple Planetary Crisis, yakni perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan degradasi keanekaragaman hayati. 


Karena itu, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, “Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim”, menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak dari kesadaran menuju tindakan nyata.


“Kerja iklim tidak dapat dilakukan secara parsial. Kita harus bergerak bersama, dari pemerintah hingga masyarakat,” ujar Sri Paduka Paku Alam X.


Kampung Kembang Raih Penghargaan Kampung Tangguh Iklim

Dari enam padukuhan penerima penghargaan di Kulon Progo, Padukuhan Kembang, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, menjadi salah satu penerima penghargaan Kampung Tangguh Iklim.


Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.


Samidi, salah satu penggerak Kampung Proklim Kembang, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih masyarakat.


“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi warga untuk terus menjaga lingkungan. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah. Kalau dibandingkan beberapa tahun lalu, sekarang sangat sulit menemukan sampah yang bertebaran di lingkungan padukuhan,” ujarnya.


Kolaborasi Berbagai Pihak Dorong Kesadaran Lingkungan

Keberhasilan Kampung Proklim Kembang tidak lepas dari kolaborasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Dinas Lingkungan Hidup, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.


Salah satu pihak yang turut memberikan edukasi dan pendampingan adalah LDII melalui program pembinaan lingkungan yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.


Sebelumnya, LDII Kulon Progo bersama sejumlah pemangku kepentingan turut mendorong penguatan Program Kampung Iklim di Padukuhan Kembang melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pendampingan.


Masyarakat diberikan pemahaman mengenai konservasi lingkungan, pengelolaan sampah, ketahanan pangan keluarga, hingga pemanfaatan energi ramah lingkungan.


Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, sebelumnya menyoroti besarnya potensi lingkungan yang dimiliki Padukuhan Kembang. 


Menurutnya, kekayaan vegetasi, keanekaragaman hayati, serta potensi perkebunan dan peternakan perlu dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Ia juga mendorong penguatan konservasi tanah dan air, pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan dan herbal, serta penggunaan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.


Pengelolaan Sampah Jadi Kunci Keberhasilan

Selain konservasi lingkungan, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama pendampingan yang dilakukan di Kampung Proklim Kembang.


Melalui program Jugangan ing Omah dan Jugangan ing Masjid, masyarakat didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta membiasakan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.


Program tersebut juga dibarengi dengan kampanye hidup sehat, olahraga, serta peningkatan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.


Ketua DPD LDII Kabupaten Kulon Progo, Pandaya, mengatakan penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja keras masyarakat yang secara konsisten menjalankan berbagai program lingkungan.


“Yang paling membanggakan bukan sekadar penghargaan yang diterima, tetapi tumbuhnya kesadaran masyarakat. Saat ini lingkungan menjadi lebih bersih, pengelolaan sampah semakin baik, dan warga semakin memahami pentingnya menjaga alam untuk generasi mendatang,” ujarnya.


Menurut Pandaya, Program Kampung Iklim telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya pemahaman tentang perubahan iklim, tumbuhnya berbagai inisiatif lokal dalam pengelolaan lingkungan, hingga penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko akibat perubahan iklim.***

LihatTutupKomentar