Penetapan dilakukan secara aklamasi setelah seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII se-Indonesia mengusulkan satu nama yang sama tanpa adanya kandidat lain.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, menilai terpilihnya Dody bukan keputusan mendadak, melainkan hasil dari proses panjang kaderisasi di internal organisasi.
“Pak Dody bukan pilihan tiba-tiba, tetapi hasil proses panjang yang sudah kami saksikan,” ujarnya.
Tumbuh dari Struktur Bawah
Dody dikenal sebagai kader internal yang meniti organisasi dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga ke tingkat pusat. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memahami kebutuhan warga di lapangan.
Menurut Didin, latar belakang tersebut membuat Dody tidak memerlukan waktu adaptasi lama dalam memimpin organisasi di tingkat nasional.
Rekam Jejak di Tingkat Nasional
Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum, Dody menjabat sebagai Sekretaris Umum DPP LDII. Ia juga terlibat dalam forum kebijakan nasional, termasuk Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPR RI terkait RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Selain itu, ia turut mendorong program pemberdayaan ekonomi umat, seperti penguatan koperasi dan UMKM berbasis komunitas.
“Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu mengeksekusi program, bukan sekadar menyampaikan konsep,” kata Didin.
Fokus Kepemimpinan ke Depan
Dody dinilai memiliki kemampuan menjembatani generasi senior dan generasi muda di tubuh organisasi, sekaligus menjaga nilai dasar LDII di tengah tuntutan modernisasi.
Ia akan memimpin LDII selama lima tahun ke depan dengan fokus pada penguatan dakwah, pendidikan, ekonomi umat, serta kontribusi sosial kemasyarakatan.
“Integritas dan loyalitasnya sudah teruji. Kami yakin kepemimpinannya akan membawa LDII semakin berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Didin.


0 Komentar