DPD LDII Kota Palopo menggelar seminar bisnis bertajuk Basic Training Coffeeshop sebagai upaya menanamkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Kegiatan tersebut berlangsung di lantai dua Gedung Serbaguna Sekretariat DPD LDII Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Minggu (15/2).
Seminar tersebut menghadirkan wirausahawan muda LDII, M. Arifin Prasetya, pendiri Figura Kopi.
Seminar tersebut menghadirkan wirausahawan muda LDII, M. Arifin Prasetya, pendiri Figura Kopi.
Dalam kesempatan itu, ia berbagi pengalaman membangun usaha kedai kopi dari tahap awal hingga berkembang.
Arifin menjelaskan bahwa bisnis coffeeshop memiliki peluang yang cukup menjanjikan di kalangan generasi muda saat ini.
Arifin menjelaskan bahwa bisnis coffeeshop memiliki peluang yang cukup menjanjikan di kalangan generasi muda saat ini.
Menurutnya, meningkatnya tren konsumsi kopi serta budaya berkumpul di kedai kopi menjadi potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda.
“Bisnis coffeeshop memiliki prospek yang menjanjikan. Selain mengikuti tren, usaha ini juga dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemandirian ekonomi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan, termasuk ketika memasuki kehidupan berumah tangga.
Sementara itu, Pembina Remaja LDII Kota Palopo, Mubarok Abubakar, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh generasi muda LDII di Palopo.
“Bisnis coffeeshop memiliki prospek yang menjanjikan. Selain mengikuti tren, usaha ini juga dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemandirian ekonomi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan, termasuk ketika memasuki kehidupan berumah tangga.
Sementara itu, Pembina Remaja LDII Kota Palopo, Mubarok Abubakar, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh generasi muda LDII di Palopo.
Ia menegaskan bahwa pembinaan generasi tidak hanya menekankan pada aspek spiritual, tetapi juga perlu dilengkapi dengan penguatan kapasitas ekonomi.
“Pembinaan generasi harus menyentuh berbagai aspek. Selain religius, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan profesional dan kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Menurutnya, pelatihan bisnis seperti coffeeshop dinilai relevan dengan perkembangan zaman. Selain modal yang relatif terjangkau, usaha tersebut juga fleksibel dan dekat dengan gaya hidup generasi muda saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, LDII berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni dunia usaha.
“Pembinaan generasi harus menyentuh berbagai aspek. Selain religius, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan profesional dan kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Menurutnya, pelatihan bisnis seperti coffeeshop dinilai relevan dengan perkembangan zaman. Selain modal yang relatif terjangkau, usaha tersebut juga fleksibel dan dekat dengan gaya hidup generasi muda saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, LDII berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni dunia usaha.
Dengan demikian, diharapkan dapat tumbuh wirausahawan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas di Kota Palopo.


0 Komentar